Banderol Motor Cruiser Motobi 200 Tak Sampai Rp 30 Juta

Touring menggunakan sepeda motor merupakan kepuasan yang tiada tara. Apalagi, jika didukung motor yang layak dan nyaman.

Biker di Tanah Air kini memiliki pilihan untuk tunggangannya. Pilihan tersebut adalah Benelli Motobi 200, sebuah motor bergaya cruiser berkubikasi 200 cc.

Sepintas, tampilan Motobi 200  cukup menjanjikan untuk diajak menempuh perjalanan jauh. Sedangkan untuk kecepatan, tentu saja Motobi 200 termasuk yang biasa-biasa saja mengingat kapasitas mesinnya hanya 200 cc.

Benelli adalah merek motor Italia yang sudah diakuisisi oleh perusahaan China. Sejak tujuh tahun lalu, Benelli ikut meramaikan pasar motor Indonesia. Produk unggulannya adalah skutik-skutik bongsor yang saat ini mendapat tempat tersendiri di kalangan penggemar motor.

Di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di Kemayoran, Jakarta Pusat, Benelli kembali memperkenalkan Motobi 200 yang dibanderol dengan harga sekitar Rp 29,7 juta. “Sudah termasuk bonus windshield dan sidebag,” ungkap staf pemasaran Benelli.

Sebelumnya, Benelli Motobi 200 juga sempat mejeng di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di BSD, Tangerang Selatan, Banten.

Benelli Motobi 200 menggendong mesin berkubikasi 200cc. Dilihat dari kubikasinya, Motobi masih sebanding motor-motor sport dari Negeri Matahari Terbit yang sudah akrab di kalangan rider. Selain kubikasi 200 cc, Motobi 200 menggunakan mesin berteknologi injeksi Over Head Valve alias OHV. Benelli mengklaim mesin ini merupakan perpaduan antara mesin klasik dan sistem bahan bakar modern.

Mesin Motobi 200 merupakan mesin empat langkah, 1 silinder, dan 2 valve. Sistem pembakaran yang diaplikasikan pada motor ini membuat Motobi berbeda dari Benelli Patagonian Eagle 250 yang masih menggunakan karburator.

Dapur pacu pada Motobi 200 mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 9,5 tenaga kuda di 7.500 rpm, dan torsi 13,5 nm di 6.000 rpm. Motobi 200 juga sudah dilengkapi radiator untuk menjaga suhu mesin tetap stabil.

Motobi 200 yang memiliki tangki bahan bakar berkapasitas maksimal 15 liter, merupakan motor berukuran bongsor dan setang yang lebar. Pengendaliannya tentu saja berbeda dari motor-motor berukuran kompak dan memiliki radius putar yang kecil.  

Roda depannya menggunakan ban dan pelek berukuran 110/90-16, sedangkan bagian belakangnya 130/90-15. Motobi 200 bisa dikatakan sebagai versi ekonomis dari Benelli Patagonian Eagle, motor cruiser yang menggunakan mesin berkubikasi 251 cc.

Motobi 200 dan Patagonian sama-sama menggunakan frame Bassinet. Rangka yang panjang dan kuat memang jadi andalan motor-motor cruiser karena rangka jenis ini membuat beban mesin berada di area depan.

Sedangkan mesin Patagonian Eagle hampir sama dengan mesin yang mesin Motobi 200. Pembedanya, mesin Patagonian adalah mesin dua silinder. Selain itu, Patagonian Eagle masih mengandalkan karburator sedangkan Motobi sudah menggunakan sistem injeksi.

Di manual book, Patagonian Eagle mampu menghasilkan 13 tenaga kuda pada 8.000 rpm dan torsi maksimal 16,5 Nm pada 6.000 rpm. Sedangkan kecepatan maksimum yang bisa dicapainya sekitar 144 km/jam.

Dari segi tampilan, Patagonian terkesan mewah karena banyak menampilkan ornamen-ornamen chrome di tubuhnya. Termasuk di knalpot ganda yang terletak di sisi kanan. Sedangkan Motobi 200 didominasi warna hitam doff yang membuatnya terkesan garang.

Dari segi harga, tentu saja Patagonian Eagle di atas harga Motobi 200. Saat ini, Patagonian Eagle dibanderol sekitar Rp 37 juta atau hampir mendekati Rp 40 juta. Sedangkan Motobi 200 masih di bawah angka 30 juta. (Y9)