Cara Mengatasi Busi Basah pada Motor 2 tak

Seperti yang telah kami bahas di artikel sebelumnya, busi merupakan komponen penting dalam setiap mesin motor sebab sangat mempengaruhi kinerja mesin. Apabila busi motor basah dan mengalami kerusakan karena lalai perawatan, maka akan sangat berbahaya bagi pengendara motor tersebut. Masalah busi basah sebenarnya sering ditemui, namun jarang ada yang membahas bagaimana jika busi basah terjadi pada motor 2 tak.

Motor 2 tak adalah motor yang membutuhkan 2 kali piston bolak-balik dalam satu siklus kerjanya, yakni satu kali putaran poros engkol dan menghasilkan satu langkah usaha. Biasanya Anda akan menemui motor-motor 2 tak ini dalam wujud Yamaha RX King, Vespa, Kawasaki Ninja, Force One, dan lainnya. Meski pemerintah sudah melarang peredaran motor dua tak, Anda tetap bisa memilikinya. Tentu saja dalam kondisi bekas.

Kembali pada busi motor 2 tak, ada kalanya busi motor 2 tak juga mengalami masalah. Yakni adalah keadaan busi basah. Basah yang dimaksud bukan saja karena terkena air, namun karena terkena oli. Lalu bagaimana cara mengatasi busi basah pada motor 2 tak? Mari kita simak lebih dulu penyebab-penyebab yang menyebabkan busi motor 2 tak basah.

Penyebab Busi Basah pada Motor 2 Tak

Campuran Bensin dan Oli Samping Tidak Pas

Untuk motor 2 tak, tentu saja peran oli samping sangatlah penting untuk kelangsungan mesin motor. Karena busi pada motor 2 tak memerlukan percikan api yang lebih bagus untuk membakar bensin dicampur oli, pencampuran oli dan bensin yang tidak tepat bisa menimbulkan masalah. Jika dalam campuran tersebut terlalu banyak bensin, maka dapat membuat mesin motor jadi cepat panas dan tiba-tiba berhenti sekejap. Kalau sudah ngancing seperti ini, maka Anda harus menurunkan mesin untuk memeriksanya.

Baja juga:   Cara Darurat Tanganin Ban Tubeless Sobek, 10 Menit Beres!

Sementara itu, jika dalam pencampuran terlalu banyak olinya maka akan menyebabkan busi mesin motor 2 tak cepat mati. Kenapa? Karena akan terjadi pengendapan kotoran hasil bakar di ruang bakarnya yang akan menempel pada busi. Selain cepat mati, motor pun akan sulit distarter.

Oli mesin membasahi busi

Bagaimana oli mesin bisa membasahi busi? Hal ini disebabkan adanya kebocoran pada ring seher/ring piston dan seal klep yang rusak sehingga oli dapat merembes masuk ke ruang mesin dan membasahi busi. Kebocoran inilah yang menyebabkan oli ikut terbakar di ruang mesin. Kompresi mesin pun jadi membuat tenaga mesin jadi loyo. Oli mesin yang rembes ini juga akan membuat kerusakan serius pada mesin dan menghasilkan polusi asap putih di knalpot.

Busi sudah tidak berfungsi

Tanda busi yang basah adalah busi tidak dapat memetikan api. Jika busi tidak dapat mengeluarkan percikan api maka busi tersebut sudah mati alias tidak berfungsi lagi. Ketika busi sudah dalam kondisi mati, maka sangat mudah mengalami basah oli. Jika busi sudah mati, distarter manual atau elektrik pun tidak akan bisa.

Setelan Karbu Tidak Pas

Setelan karbu yang tepat akan membuat motor memiliki performa yang baik. Ingat bahwa motor 4 tak dan motor 2 tak tidaklah sama. Jika penyetelan karbu kurang tepat, selain menyebabkan suara motor jadi brebet, juga bisa menyebabkan busi cepat mati. Terserah Anda, karburator motor 2 tak bisa disetting standar dan lebih irit bahan bakar, atau disetting cepat namun lebih boros bahan bakar.

Itulah penyebab busi basah pada motor 2 tak. Selanjutnya apa yang bisa kita lakukan jika sudah mengalami kejadian di atas? Tenang saja, berikut kami sajikan informasi bagaimana mengatasi busi basah pada motor 2 tak.

Baja juga:   Busi motor injeksi yang paling bagus untuk harian

Cara Mengatasi Busi Basah pada Motor 2 Tak

Untuk mengatasi busi basah pada motor, tentunya kita harus terlebih dulu mendeteksi dini kebocoran ruang bakar mesin. Salah satu tanda-tandanya ada kebocoran adalah keluarnya asap putih dari knalpot motor. Bila ini sudah terjadi sebaiknya segera lakukan pengecekan seperti:

Periksa Busi

Buka dan lihat kepala busi apakah ada sisa oli yang menempel atau tidak. Selanjutnya cek volume oli melalui dipstick oli, jika berkurang segera tambahkan sampai batas maksimal dan segera bawa motor ke bengkel untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Pastikan oli samping selalu terawat

Sebaiknya selalu pastikan keadaan oli samping selalu terawat dengan baik. Pasalnya kinerja oli samping pada motor 2 tak sangat dibutuhkan untuk memperlancar kinerja rasio mesin motor. Karena oli samping merupakan oli yang ikut terbakar dan juga akan habis, sehingga ketika oli samping sudah habis, otomatis proses pelumasan pada piston tidak akan terjadi, sehingga akan menyebabkan piston menjadi macet dan akhirnya merusak bagian dinding silinder.

Buat Campuran bensin dan oli yang pas

Ada beberapa cara yang bisa dipakai untuk memeriksa oli samping tekor ataupun berlebih. Yakni jika kondisi motor masih standar, Anda dapat lihat dari selang oli samping yang mengarah ke kaburator. Ketika dalam kondisi mesin stasioner, lihatlah oli yang menetes pada selang itu. Jika settingan standar, maka oli samping akan menetes setiap 10 detik. Jika kurang atau lebih dari itu maka silakan atur ulang.

Sementara untuk motor yang sudah memakai sistem campur oli samping ke bensin secara manual, Anda dapat mencampur 25 cc oli samping untuk 1 liter bensin untuk mesin standar. Sedangkan untuk mesin yang sudah korek, Anda bisa campur 35 cc oli samping untuk 1 liter bensin. (Dilansir dari bernas.id)

Baja juga:   Perbandingan Harga Diagnostic Tool Yamaha, Honda, Iquteche, dan MST

Itulah penyebab dan cara mengatasi busi basah pada motor 2 tak. Settingan yang standar dan benar pasti akan membuat motor jadi irit bahan bakar, busi tidak rembes dan kotor, dan suara tidak brebet. Semoga bermanfaat!