Kiat Cerdas Membeli Motor Second

Dunia motor nggak ada matinya! Para penjual sepeda motor banyak dijumpai di mana-mana. Bahkan, di pinggir-pinggir jalan kampung, penjual motor tidak sulit kita temukan. Motor baru maupun second dicari pembeli untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan hidup.

Tidak hanya motor baru, motor second pun diburu para peminatnya. Selain lebih murah dibandingkan dengan harga baru, motor second juga tetap layak dikendarai untuk memperlancar aktivitas sehari-hari. Apalagi sekarang ini zamannya ojek online, sepeda motor, baru maupun second, semakin banyak dicari.

Apa yang sebaiknya diperhatikan ketika ingin membeli motor second? Setidaknya, beberapa hal harus dilihat, diraba, diterawang agar Anda tidak salah pilih dan mendapatkan motor second. Jika salah pilih atau Anda terlanjur membeli, kecewa akan datang belakangan dan nasi sudah menjadi bubur, motor tak bisa dikembalikan.

Sebelum Anda berangkat menuju tempat penjual motor second, carilah informasi harga pasarannya, baik itu melalui koran, majalah, atau website dari produsen motor yang ingin Anda beli. Jadi, dengan bekal pengetahuan harga pasarannya dan merek motor yang ingin Anda beli, Anda tidak akan kena tipu soal harganya.

Sesampainya di tempat penjual motor second, hal yang paling mudah Anda perhatikan adalah bentuk fisik motornya. Lihat-lihatlah body motor yang ingin Anda beli, apakah masih bagus atau layak dilihat. Pandanglah dengan mata dan hati, apakah Anda sreg dengan wujud si motor. Bentuk tubuh motor akan kelihatan bagus jika bagian-bagiannya masih lengkap, dan masih menempel suku cadang yang orisinal. Selain itu, warna motornya apakah masih kelihatan bagus atau sudah buram. Semua itu mudah Anda lihat dan menjadi bahan pertimbangan jika ingin membeli motor seken.

Setelah memeriksa body motor yang tidak bermasalah, dan motor pun tidak memiliki goresan atau ada bagian-bagian yang retak atau pecah, beralihlah ke kondisi mesinnya. Kondisi mesin yang bagus bisa didengar dari bunyinya. Jika bunyi motor masih halus dan tidak ada hal-hal yang membuat curiga telinga Anda, maka mesin motor masih aman. Anda bisa memilih motor tersebut untuk dibeli. Pastikan saat mesin hidup, apakah motor bisa stationer atau langsam. Jika mesin dalam keadaan sehat alias tidak bermasalah, motor dapat langsam pada putaran kurang lebih 1.500 rpm.

Berkaitan dengan kondisi mesin yang benar-benar bagus, periksalah oli motor second yang ingin Anda beli. Bukalah dan ukur oli yang ada di dalam mesin. Oli yang berlebihan membuat suara mesin menjadi lebih halus. Ini bisa menyembunyikan suara asli motor sekcond yang ingin Anda pilih, yang bisa jadi bunyi aslinya kasar atau berisik.

Setelah itu, cek juga spidometernya apakah sudah terjadi pembongkaran atau masih aman seperti sedia kala. Anda harus tahu berapa kilometer yang telah ditempuh motor pilihan Anda. Jika di atas 20.000 km, bersiap-siaplah mengeluarkan anggaran untuk motor second Anda karena akan banyak komponen mesin yang harus diganti.  

Kelistrikan dan lampu-lampu motor juga perlu Anda periksa. Periksa lampu depan, lampu sein, lampu rem belakang, dan lampu spidometer. Jangan ketinggalan cek klakson dan starter motor. Jika semua berfungsi dengan baik maka kelistrikan motor second tidak bermasalah. Anda bisa melanjutkan untuk mengecek hal-hal lain sebelum membawa pulang motor idaman Anda.

Kondisi fisik motor oke, oli oke, mesin dan kelistrikan motor oke, jika tidak ditunjang dengan surat-surat resmi, maka jangan beli motor tersebut. Anda bisa aman memilih motor second jika motor tersebut memiliki surat-surat resmi, seperti STNK dan BPKB. Periksalah juga nomor rangka dan mesin motor. Anda harus menyesuaikannya dengan nomor rangka dan nomor mesin yang terdapat pada STNK dan BPKB. Hati-hati dengan para penadah motor curian yang biasa mengubah nomor rangka dan mesin.

Setelah Anda yakin semua aman-aman saja, yakinkan juga ke penjual supaya mengizinkan Anda melakukan test ride. Pada saat melakukan tes mengendarai motor second yang ingin Anda beli itulah, Anda bisa semakin yakin apakah motor tersebut bermasalah atau tidak.  Jika semua sudah baik-baik saja, lakukan transaksi dan bawa pulang si motor second untuk Anda miliki. (h1)